Dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial, ada kalanya seorang manusia melakukan kesalahan yang entah disengaja ataupun tidak kepada manusia lainnya. Sialnya, ketika hal itu terjadi, kita pun tak jarang merasa enggan untuk meminta maaf, entah karena takut permintaan maaf kita ditolak ataupun takut membuat keadaan malah jadi makin ribet.

Nah, lewat artikel ini, kami akan membantu kamu untuk menyampaikan permintaan maaf secara baik dan benar kepada orang yang kamu kehendaki, baik itu sahabat, rekan kerja, atau bahkan kepada mantan kamu. Selamat membaca!

 

The Apology

Pertama-tama kamu harus bertanggung jawab untuk mengakui kesalahan kamu serta mengucapkan maaf atas tindakan yang telah kamu lakukan terhadap orang tersebut. Inilah titik awal dari perjalanan kamu untuk memperbaiki hubungan yang rusak antara kamu dan orang yang telah kamu sakiti hatinya.

Contoh: Bro, maafin gua, ya, udah bilang muka lu kek babi…

 

The Reason

Setelah menyatakan bahwa kamu bersalah, kini adalah saatnya kamu memberikan penjelasan tentang mengapa kamu melakukan kesalahan itu pada orang tersebut. Ini adalah titik di mana fakta pun jadi terungkap, segala suudzon ataupun asumsi menjadi jelas terklarifikasi di titik ini, sehingga kalian saat ini berada di “satu halaman buku yang sama”.

Contoh: … gua bilang muka lu kek babi soalnya muka lu mirip sama sepupu gua dan gua sering bercanda kek gitu sama dia, gua gatau klo lu bakal tersinggung, sorry banget, ya, bro…

 

The Promise

Setelah berada di halaman buku yang sama, kini saatnya menentukan bagaimana halaman selanjutnya akan terbentuk dengan berjanji bahwa kamu akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. Ini adalah titik di mana kamu dan orang tersebut sudah saling paham bahwa kesalahan yang telah lalu sudah tak bisa diubah, namun hari esok masih bisa dibentuk lebih baik.

Contoh: … gua janji setelah ini gua gak akan gampang ngatain orang babi lagi secara sembarangan, terutama lo…

 

The Action

Ini merupakan langkah tambahan untuk kesalahan seperti “kamu ga sengaja makan kue teman kamu di kulkas kantor” atau sejenisnya. Di sini adalah titik di mana kamu memperbaiki hubungan dengan orang tersebut dengan “menggantikan barang milik mereka” dengan yang baru.

Contoh: … sebagai ganti karena gua udah ga sengaja makan roti lo di kulkas kantor, ini gua beliin yang baru, ya, bro…

 

Seperti kata Sherina, “setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan, tapi hanya yang pemberani yang mau mengakui”, dalam kasus ini, setidaknya kamu sudah berani pun berusaha untuk berani memperbaiki kesalahan kamu, urusan bakal diterima atau tidak itu belakangan. Karena dengan demikian, kini, setidaknya, isi kepala kamu jadi lebih nyaman karena udah ngga ada lagi yang mengganjal. Oke deh, selamat mencoba!

Leave a Reply