Pernah gak sih kamu ada di titik di mana kamu nonton sebuah film yang sebelumnya udah pernah kamu tonton, kemudian kamu ngerasa, “Oh, gitu! Ternyata deep ya maknanya!”?

Pernah, kan?
Apa?
Ga pernah?
Yaudah, gapapa.
Anggep aja pernah, sih, ya ampun…

Jadi, pada kesempatan kali ini, kami hendak mengajak kamu untuk kembali mengulik lagu-lagu di masa kecil kita yang ternyata jika ditelaah lebih lanjut memiliki lirik-lirik yang inspiratif nan motivasional. Wow.

Okedeh, langsung aja kita saksikan satu-persatu. Selamat bernostalgia!

 

Balonku dan Moving On

Meletus balon hijau, hatiku sangat kacau.
Balonku tinggal empat, ku pegang erat-erat.

Tak butuh diskusi panjang untuk sepakat bahwa kehilangan merupakan salah satu perasaan terburuk (+b*ngs*t) di dalam kehidupan. Siapapun pasti akan dibuat sedih ketika menjumpainya.

Namun, di sisi lain, beberapa jenis kehilangan pun bisa menjadi salah satu guru terbaik yang mengajarkan agar kita bisa lebih menjaga apa yang kita miliki saat ini sebelum pada akhirnya kita menyesal jika telah kehilangan. Seperti sang anak di dalam lagu ini, kini ia pastinya akan memegang serta menjaga balon miliknya dengan lebih erat hingga akhir hayatnya.

 

Pelangi dan Manajemen Prioritas

Pelangi, pelangi, alangkah indahmu.
Merah, kuning, hijau, di langit yang biru.

Pelangi sejatinya memiliki banyak warna, ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu jika mengambil dari salah satu teori sains yang diajarkan saat masih TK, “Mejikuhibiniu”.

Namun A.T. Mahmud hanya menyertakan warna merah, kuning, dan hijau di dalam lagu ciptaannya. Di sini jelas sekali terlihat bahwa beliau hendak menjelaskan pada kita betapa pentingnya menentukan prioritas di dalam kehidupan, apalagi jika kamu berada di titik “hendak memulai” (dalam kasus ini adalah anak-anak), sebaiknya kamu memulai dari beberapa hal yang paling penting terlebih dahulu, dan dalam hal ini adalah warna merah, kuning, dan hijau yang ada di pelangi.


Anak Gembala dan Kebahagiaan saat Bekerja

Aku adalah anak gembala
Selalu riang serta gembira
Karena aku senang bekerja
Tak pernah malas ataupun lelah

Kebahagiaan merupakan salah satu faktor utama yang ingin kita capai dalam kehidupan, tak terkecuali dalam lingkup pekerjaan. Dalam lagunya yang ceria dan jenaka, Tasya (yang kala itu masih kecil) seakan menceritakan pada kita bagaimana ia selalu riang serta gembira dalam menjalankan tiap aktivitas serta responsibilitasnya sebagai seorang anak gembala.

Bagaimana tidak? Tasya menyatakan dengan jelas bahwa dirinya senang bekerja, dirinya tak pernah malas ataupun lelah dalam setiap kesempatan. Dengan sumber daya yang tepat, Tasya pun selalu mendapati ternaknya tak pernah sedikit untuk memakan rumput hijau nan subur.

Di sini jelas terlihat, bahwa kebahagiaan kita di lingkungan pekerjaan itu benar-benar tanggung jawab dari diri kita sendiri dan jelas sekali bahwa Tasya bukanlah seorang anak gembala yang rajin nge-post Insta-stories ketika dirinya sedang lembur ataupun berkeluh kesah dengan latar gelap diselingi lagu galau di Insta-stories tentang pekerjaannya.

Pipis Cicio dan Ambisinya

Kebelet pipis,
Kebelet pipis,
Kebelet pipis, Papa!

Sebagai seorang millennial yang hidup di tahun 2019, setiap orang pasti memiliki ambisinya masing-masing. Dewasa ini, ambisi bagaikan bahan bakar bagi seseorang dalam mencapai impiannya.

Namun, apakah itu hal yang buruk? Tentu saja tidak. Dalam lagu ini kita dibuat kagum pun terinspirasi oleh ambisi Cicio yang tak pernah lelah untuk menggapai apa yang ia inginkan, yaitu pipis.

Ia bahkan rela untuk mengancam salah seorang yang ia sayangi, yaitu sang ayah, lewat lirik “Kalau aku sudah ngga tahan, aku mau ngompol!”, demi mendapatkan impiannya, yaitu, sekali lagi, pipis.

Lagu tersebut mengajarkan pada kita bahwa kita memang harus terus menjaga ambisi kita demi meraih impian-impian kita, namun jangan sampai ambisi itu membutakan kita sehingga dampaknya malah bisa merugikan orang lain, khususnya orang-orang yang kita sayangi.


Joshua dan Kampanye Anti Kedengkian

Jangan, hey, jangan sedih melihat teman bahagia
Jangan, hey, jangan bahagia melihat teman bersedih
Sirik itu namanya, sirik tak baik adanya, sirik tanda tak mampu
Sirik buang jauh-jauuuuuuuuuuuh

Waktu kecil, mungkin kamu menganggap lagu ini sebagai lagu anak-anak pada umumnya yang membuat kamu terngiang satu atau dua sosok manusia penuh kedengkian, hingga sampai kamu dewasa dan kamu menemukan kenyataan bahwa “Owalah orang sirik ternyata emang ada di mana-mana” dan muncul berbagai jenis macam sosok penuh dengki dalam hidup kamu.

Lagu ini juga menggambarkan secara jelas bahwa Joshua (kala itu) memang bukanlah sosok yang hobi nge-follow akun gosip di Instagram dan jelas ia bukanlah satu dari sekian banyak orang yang hobi komen aneh-aneh di kolom komentar Instagram-nya Anya Geraldine.

Joshua pun tidak main-main dalam menyanyikan lagu ini, ia tak sendirian, ia menyanyikannya bersama seluruh teman-teman satu sekolahnya, bayangkan!

Betapa masif efek dari kebaikan jika disebarkan kepada orang lain. Jadi, jika di lain waktu kamu menemukan ada teman kamu yang hobi menyebar kedengkian, tidak ada salahnya untuk menyodorkan lagu ini kepadanya, agar kedengkian bisa dibuang jauh-jauh dari hidupnya.

Nah, itu dia tadi lima dari banyak lagu anak-anak yang ternyata memiliki lirik penuh makna yang bisa membantu kita menjalankan kehidupan (uh-she-up min!). Semoga lagu-lagu di atas bisa memberikan motivasi serta inspirasi kepada kamu yang mungkin saat ini sedang dililit rasa penat di kantor. Ciao!

Leave a Reply